Gerakan Open Russia yang didirikan Khodorkovsky menyatakan selain menggeledah kantor mereka pada Selasa (22/12) petugas polisi juga menggeledah beberapa apartemen karyawannya di Moskow dan St Petersburg dan mengambil sejumlah dokumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembusukan telah memasuki tahap akhir. Kita semua akrab dengan [penggeledahan semacam] ini dari waktu (kepemimpinan Soviet, Leonid) Brezhnev," kata Khodorkovsky kepada stasiun radio Ekho Moskvy.
"Setiap orang yang bekerja sama dengan Open Russia sempurna mengerti dan memahami dari awal bahwa tekanan seperti ini tidak hanya mungkin terjadi nemun juga tak terelakkan," katanya.
Pemerintah Rusia menangkap Khodorkovsky pada 2003 dan dihukum karena penggelapan pajak dan penipuan dalam pengadilan yang, menurutnya, memiliki motif politik.
Dibebaskan sejak 2013, Khodorkovsky sekarang lebih sering beraktivitas di London.
Awal bulan ini, polisi Rusia menyatakan mereka memiliki bukti yang menunjukkan Khodorkovsky memerintahkan pembunuhan bayaran kepada walikota sebuah kota penghasil minyak di Siberia pada 1998. Polisi berjanji akan menyeret Khodorkovsky ke pengadilan, sementara Khodorkovsky membantah terlibat dalam pembunuhan itu. (ama/ama)