Juru bicara polisi Israel memaparkan insiden ini yang terjadi Selasa (22/12) di di desa Beitillu ini tidak menyebabkan korban luka maupun tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah ultranasionalis Yahudi ditangkap dalam kasus itu. Pengadilan Israel tidak mengungkapkan seberapa banyak militan yang ditangkap, maupun identitas mereka.
Kata "Balas Dendam" dan "Halo dari tahanan Sion" terukir di dinding rumah diserang pada Selasa (22/12), tampaknya mengacu kepada rekan mereka yang ditangkap dalam kasus pembakaran di desa Duma.
Dokumen pengadilan yang dirilis pada Senin (22/12) menunjukkan pengacara salah satu tersangka menduga metode interogasi yang dilakukan kepada para tersangka menggunakan aksi kekerasan.
Transkrip resmi sidang mencatat bahwa pejabat keamanan memberikan rincian interogasi tersebutm, namun sejumlah informasi telah dihapus.
Ratusan pengunjuk rasa sayap kanan berdemonstrasi di Yerusalem pada Sabtu (19/12) untuk mendukung para tersangka yang ditahanan.
Pejabat pengadilan menyatakan sistem keamanan telah ditingkatkan di luar rumah seorang hakim yang memimpin kasus ini.
Ditanya media setempat, Army Radio pada Selasa apakah tahanan "disiksa oleh Shin Bet", sebutan untuk petugas keamanan dalam negeri Israel, anggota Keamanan Kabinet Naftali Bennett menyatakan pejabat pemerintah tengah memantau situasi.
"Saya bisa mengumumkan bahwa semua tindakan yang dilakukan, semuanya diawasi dan di bawah pengawasan hukum yang ketat untuk mencegah serangan teror berikutnya," katanya.
Sementara, terkait serangan granat air mata tersebut, Bennett, kepala partai Rumah Yahudi yang beraliran kanan menyatakan, "Terorisme adalah terorisme. Mereka mencoba membunuh keluarga lain yang sedang tidur." (ama)