"Diperbolehkannya penggunaan mariyuana tidak melawan komitmen internasional kami untuk mengontrol obat-obatan atau melawan kebijakan kami memerangi perdagangan obat-obatan," demikian kata Presiden Juan Manuel Santos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun, pemerintah mengakui berdasarkan studi, 11,5 persen dari masyarakat Kolombia pernah mengonsumsi mariyuana, setidaknya sekali seumur hidup. Pemerintah juga mengiyakan bahwa banyak perusahaan yang tertarik memproduksi dan membisniskan ganja.
Namun, Kolombia belum ingin seperti Uruguay yang sudah mengesahkan mariyuana secara keseluruhan sejak 2013. Kolombia masih seperti Austria, Belgia, Kanada, Ceko, Finlandia, dan Israel serta negara bagian Amerika Serikat yang melegalkannya untuk penggunaan medis.
Menurut studi yang dilansir Reuters, mariyuana memang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mual. Dalam konteks kesehatan, mariyuana juga mengobati penyakit seperti epilepsi. (rsa)