Awalnya, Danielle Letourneau memiliki ide hanya untuk mengajak teman-teman Facebook-nya merajut sebanyak mungkin topi bagi pengungsi yang mulai berdatangan di tengah musim dingin di Kanada.
Rencana itu ternyata disambut dengan antusias, dan Letourneau kini akhirnya meminta warga Kanada membantunya membuat 25 ribu topi rajut yang dalam bahasa lokal disebut tuque.
Lihat juga:Pengungsi Suriah Disambut Gembira di Kanada |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia ingin menangkal semua hal negatif itu dan ingin menunjukkan kepada para pendatang baru bahwa mereka disambut di Kanada.
“Warga benar-benar menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan siapa mereka sebagai warga Quebec, bahwa mereka betul-betul menyambut pendatang,” kata Lisa Di Fruscia, yang memiliki toko peralatan merajut.
Namun tak lama kemudian, donasi mulai berdatangan dari seluruh Kanada, bahkan dari banyak negara lain.
Hingga berita ini dimuat di CTV pada 15 Desember lalu, Letourneau sudah mengumpulkan 3.000 topi rajut.
Gelombang pertama pengungsi yang tiba di Montreal pada awal Desember lalu.
“Ini adalah negara yang dingin. Kita harus menghangatkan diri, dan jika kita bekerja sama untuk itu, ini akan berhasil,” kata Rima Naim, ketua tim dari dari Palang Merah Kanada yang bertugas membagikan topi itu kepada pengungsi.
Lihat juga:Tahun Ini Satu Juta Pengungsi Banjiri Eropa |