Mengutip Reuters, sebelumnya gempa itu dikabarkan berkekuatan lebih besar, yakni 6,4 SR. Namun Kekuatan sebenarnya adalah 6,2 SR, dan itu dinilai cukup kuat untuk menimbulkan beberapa kerusakan di daratan Afghanistan.
Sebagai salah satu gambaran, gempa itu terasa sampai di ibu kota Afghanistan, Kabul dan ibu kota Pakistan, Islamabad. Namun beruntung, hingga saat ini belum ada laporan tentang korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan fasilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Afghanistan juga diguncang gempa pada akhir Oktober lalu. Gempa terjadi di Distrik Kishim, Provinsi Badakhshan. Gempa itu menewaskan ratusan orang.
Hingga saat ini Afghanistan masih termasuk negara penuh konflik. Bukan hanya Taliban, pemberontak militan Islam ISIS juga meningkat di sana. Sampai-sampai, itu membuat Rusia khawatir. Presiden Rusia, Vladimir Putin yang selama ini memusuhi Taliban berbalik melakukan kontak dengan kelompok itu.
Diberitakan CNN, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, kontak itu hanya untuk berbagi informasi soal memerangi ISIS.
Berdasarkan data komando Amerika Serikat, pemberontak ISIS di Afghanistan hingga bulan lalu tercatat mencapai tiga ribu orang. (rsa)