"Kami telah menyerang banyak pangkalan teroris, serangan diidentifikasi sebagai target dan banyak kerusakan bagi infrastruktur teroris," menurut pernyaaan dari Kementerian Pertahanan Rusia pekan ini, dikutip dari al-Arabiya, Minggu (27/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, tidak pasti apakah tanker yang diserang Rusia adalah milik ISIS atau kelompok pemberontak lain. Ini mengingat jet tempur Rusia sebelumnya juga menargetkan kelompok pemberontak moderat yang didukung oleh negara Barat.
Kremlin juga mengaku telah menghancurkan salah satu markas besar militan yang tidak disebutkan pasti lokasinya.
Rusia telah melancarkan 5.240 serangan udara sejak 30 September lalu di Suriah, termasuk 189 di Kamis lalu saja, menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (25/12). (stu)