“Kami tidak akan bekerja sama dengan Rusia soal Suriah hingga mereka mengubah strategi mereka yang mendukung Assad untuk fokus pada ISIS,” kata juru bicara Departemen Pertahanan AS, Michelle Baldanza kepada Sputnik, Jumat lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Amnesty International yang berbasis di London pekan lalu mengatakan bahwa seranagn Rusia menewaskan banyak warga sipil Suriah, hingga bisa menjadi tindak kejahatan perang.
Rusia membantah tudingan itu. "Pasukan Militer Angkasa tidak pernah mengenai sasaran sipil di Suriah," kata Bondarev. Para pilot terlatih dan "tidak pernah salah target, tidak pernah mengenai ... [tempat] yang dianggap sensitif: sekolah, rumah sakit, masjid," kata Viktor Bondarev dari angkatan udara Rusia dalam sebuah wawancara dengan televisi Rossiya 24, Minggu (27/12).
Sementara itu, PBB saat ini berupaya untuk mempertemukan pihak yang bertikai Suriah pada 25 Januari di Jenewa untuk memulai pembicaraan guna mengakhiri perang saudara yang sudah berlangsung hampir lima tahun. (stu)