Diberitakan Reuters, Kamis (31/12), larangan ini dikeluarkan menyusul permintaan para guru untuk memasukkan novel percintaan berjudul "Borderlife" karya Dorit Rabinyan itu ke dalam kurikulum SMA Ibrani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua tokoh utama menghabiskan musim dingin di luar negeri dan mengenal satu sama lain dengan sangat baik, sesuatu yang tidak bisa terjadi di tanah sengketa. Mungkin kemampuan mereka dalam menghadapi rintangan konflik Timur Tengah menjadi ancaman bagi Kementerian Pendidikan," kata Rabinyan.
Konflik antara warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem dengan Israel memanas beberapa bulan terakhir dengan jatuhnya banyak korban. Kelompok minoritas Arab biasanya tidak ikut campur dalam konflik ini.
Namun konflik membuat Yahudi dan Arab dan Israel menjaga jarak. Ada sekitar 20 persen warga Arab dari 8,4 juta populasi Israel.
Hubungan pernikahan atau percintaan antara Yahudi Israel dan warga Palestina sangat jarang terjadi. Sistem pendidikan Yahudi dan Arab dipisahkan dengan kurikulum yang berbeda. (den)