Diberitakan Reuters, Jumat (1/1), langkah ini adalah bagian dari peningkatan kapasitas angkatan bersenjata yang diumumkan Presiden Xi Jinping November lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xi mengatakan unit baru ini akan "meningkatkan ketahanan nuklir dan kapasitas serangan-balik, kemampuan serangan presisi jarak jauh dan menengah, begitu juga dengan kapasitas strategis untuk membangun kekuatan roket yang modern dan kuat."
Reformasi militer China dilakukan dalam pemerintahan Xi, di antaranya adalah mendirikan struktur komando operasional gabungan pada 2020, dan memotong jumlah tentara hingga 300 ribu orang.
Tiga unit baru ini dibentuk seiring kekuatan China yang mulai meresahkan kawasan, terutama di wilayah sengketa Laut China Selatan. China disebut membangun pangkalan dan meningkatkan kehadiran militer di pulau buatan di perairan yang diklaim lima negara itu. China juga dilaporkan tengah membangun kapal induk kedua. (den)