"Seorang sumber pemerintah di Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan bahwa kementerian telah menarik Duta Besar Kuwait untuk Republik Islam Iran pada Selasa, 5 Januari 2016 pagi, menentang serangan oleh demonstran," demikian bunyi laporan KUNA.
Para demonstran melontarkan protes lantaran Saudi mengeksekusi mati seorang ulama Syiah, Nimr al-Nimr, pada akhir pekan lalu atas tuduhan terorisme. Awalnya, unjuk rasa berlangsung damai hingga akhirnya beberapa orang kehilangan kendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa analis meyakini, insiden ini dapat memperdalam jurang jurang perbedaan antara Muslim Sunni dan Syiah di kawasan Timur Tengah.
Nimr merupakan salah satu kritikus dari kelompok Syiah yang paling vokal memperjuangkan kesetaraan Syiah dengan Sunni di Saudi. Nimr dianggap sebagai seorang teroris oleh Riyadh, tapi dipuji oleh Iran sebagai pemerhati hak-hak kelompok Syiah yang minoritas dan terpinggirkan di Saudi.
Sementara itu, seorang peneliti senior dari Universitas Oxford, Toby Matthiesen, menilai bahwa peristiwa ini juga dapat menambah runyam skala besar isu di kawasan, dari krisis Suriah hingga Yaman.
Iran dan Arab Saudi mendukung kelompok yang bertentangan di Suriah dan Yaman. Di Suriah Iran mendukung rezim Bashar al-Assad, sementara di Yaman, Iran dituding mendukung kelompok pemberontak al-Houthi. (stu)