Menurut laporan lembaga Syrian Observatory for Human Rights yang dirujuk CNN, ibu tersebut dieksekusi di depan gedung kantor pos di Al-Raqqa, tempat di mana ia bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Syrian Observatory for Human Rights, ibu yang berasal dari Kota al-Tabaqa tersebut berusia 40 tahunan. Namun, kelompok aktivis Raqqa is Being Slaughtered Silently melaporkan bahwa perempuan tersebut berusia 35 tahun.
CNN belum dapat melakukan konfirmasi secara independen mengenai laporan kedua kelompok pemerhati hak asasi manusia ini.
Namun, Syrian Observatory for Human Rights berhasil mendokumentasikan proses eksekusi ibu tersebut.
ISIS merupakan kelompok ekstremis yang kerap melakukan eksekusi dengan pemenggalan, penembakan massal, atau pembakaran. Mereka sering kali merekam proses eksekusi tersebut dan memamerkannya di jejaring sosial. (stu)