Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif meyakinkannya bahwa situasi Iran-Saudi tak akan mengancam pembicaraan damai Iran yang dijadwalkan akhir Januari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tensi dua negara rival di Timur Tengah, Iran dan Saudi, terus memanas pascaeksekusi seorang ulama Syiah, Nimr al-Nimr, oleh Saudi, pada 2 Januari lalu.
Di Iran, Saudi mendukung pemberontak Sunni moderat, sementara Iran mendukung rezim Bashar al-Assad.
Sementara itu, pihak oposisi Suriah mengisyaratkan bahwa mereka ragu pembicaraan damai akan berhasil. Menurut mereka, rezim Assad perlu memperlihatkan itikad baik termasuk gencatan senjatam membebaskan para tawanan dan mengakhiri blokade di wilayah yang mereka kuasai sebelum memulai pembicaraan.
Negara lain separate Amerika Serikat dan AS meyuplai dukungan militer bagi pemberontak moderat, namun menampik permintaan mereka akan misil karena takut mereka akan berakhir menjadi jihadis garis keras seperti ISIS. (stu)