Seperti dikutip Reuters, Rabu (13/1), satu dari tiga kapal pemindai bawah laut yang turut dalam tim pencari MH370 mendeteksi benda logam di bawah laut dan menurunkan kendaraan nirawak untuk melakukan penyelaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang dari radar dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Setelah melalui analisa panjang, pesawat itu diduga jatuh di Samudera Hindia, jauh dari jalur penerbangan seharusnya.
Satu-satunya bukti keberadaan MH370 adalah serpihan sayap sepanjang dua meter yang ditemukan di pulau Reunion Juli tahun lalu. Selain itu, sama sekali tidak ada petunjuk dan bukti dari pesawat yang membawa 239 penumpang dan kru tersebut.
Australia memimpin misi pencarian yang memakan biaya paling mahal dalam sejarah insiden penerbangan itu. Diperkirakan pencarian akan rampung pada pertengahan 2015 dengan lebih dari setengah wilayah seluas 120 ribu km persegi yang telah disisir dengan pemindaian dasar laut. (stu)