Menurut kantor berita China, Xinhua, yang dikutip Reuters, Jumat (15/1), pembangunan akan dilakukan di kota Sansha, yang terletak di Pulau Woody, salah satu pulau di Paracels yang diperebutkan dengan Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Xinhua, wakil walikota Sansha, Feng Wenhai, mengatakan mereka membuka investasi asing dan program kemitraan dengan swasta.
"Kota ini juga akan membangun pusat penyelamatan medis maritim. Kabel optik bawah laut akan ditempatkan dan bisa digunakan tahun ini, serta wi-fi akan mencakup seluruh kepulauan dan terumbu karang," kata Feng.
Feng juga mengatakan tahun ini penerbangan rutin akan dilakukan di kepulauan yang dikuasai China tahun 1974 setelah berperang dengan Vietnam itu.
Langkah China ini diperkirakan akan memicu ketegangan dengan negara pengklaim lain di kawasan. Beberapa pekan terakhir, China dan Vietnam bersitegang setelah kapal sipil China melakukan beberapa kali uji pendaratan di Terumbu Karang Fiery Cross.
Belum ada tanggapan dari negara pengklaim lain terkait rencana China ini.