"UNICEF... dapat mengkonfirmasi bahwa terdapat sejumlah kasus malnutrisi yang parah di antara anak-anak," bunyi pernyataan UNICEF, setelah PBB dan Palang Merah berhasil memasuki kota tersebut pada Senin (11/1) dan Kamis (15/1) untuk memberikan bantuan. Sebelumnya, terkahir kali bantuan berhasil memasuki kota ini adalah pada Oktober lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Staf UNICEF juga mengaku menyaksikan kematian seorang anak penderita gizi buruk berusia 16 tahun.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon pada Kamis (14/1) menyatakan pihak yang bertikai Suriah, khususnya pemerintah, melakukan "tindakan mengerikan." Ban juga mengecam situasi kelaparan sebagai senjata perang dalam konflik saudara yang berlangsung hampir lima tahun ini.
PBB menyatakan terdapat sekitar 450 ribu orang terjebak di sekitar 15 lokasi pengepungan di Suriah, termasuk di sejumlah daerah yang dikuasai oleh pemerintah, ISIS dan sejumlah kelompok pemberontak lainnya.
Pengiriman bantuan ke Madaya merupakan bagian dari kesepakatan antara sejumlah kelompok yang bertikai, termasuk pengiriman bantuan secara simultan kepada ribuan orang di dua desa di wilayah barat laut Suriah yang dikelilingi oleh pejuang dari kelompok pemberontak.