Seperti diberitakan Reuters, deklarasi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari seribu orang, termasuk filsuf dari Amerika Serikat, Noam Chomsky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki diliputi kekerasan paling parah selama berpuluh tahun setelah gagalnya gencatan senjata antara pemerintah dan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Juli lalu. Hal ini menyebabkan perjanjian damai terancam batal.
Merebaknya kekerasan berbalasan ini mendorong pasukan keamanan melakukan operasi besar-besaran di daerah tenggara negara, menutup semua distrik dan menggerebek semua pos PKK. Sementara itu, para pasukan Kurdi terus melancarkan serangan melawan militer dan pejabat lainnya.
Ratusan nyawa melayang dalam baku hantam ini. Dalam serbuan militan Kurdi pada Rabu lalu bahkan menewaskan enam orang, termasuk satu bayi.