Kelompok pemerhati HAM, Syrian Observatory for Human Rights menjabarkan bahwa mayoritas warga sipil yang diculik itu merupakan perempuan dan anak-anak. Namun pada hari yang sama, ISIS juga menahan 50 pria dalam penyerbuan ke rumah-rumah di Deir Ezzor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Deir Ezzor dan mengatakan bahwa pelakunya harus bertanggung jawab.
"Kami menuntut pembebasan secepatnya dan tanpa syarat bagi warga sipil yang diculik dan semua yang ditahan oleh ISIS," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Mark Toner.
Sementara itu, warga sipil yang sudah dibebaskan akan tetap tinggal di Deir Ezzor.
Sebelumnya, Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa ISIS telah mengeksekusi 300 orang dari sekitar 400 yang diculik di Deir Ezzor.
Deir Ezzor memang merupakan daerah penghubung yang penting bagi ISIS. Jalur timur hingga selatan langsung mengarah ke Irak, sementara bagian barat dapat menghubungkan langsung dengan daerah kekuasaan ISIS di Homs, termasuk Palmyra.
Kota ini juga dikelilingi oleh ladang-ladang minyak berharga yang juga menjadi target serangan udara koalisi Amerika Serikat dan Rusia. Dalam video ISIS terlihat bahwa pasukan asing mulai menunjukkan kekuatannya di daerah sekitar kilang minyak tersebut.
Tarik ulur untuk merebut Kota Deir Ezzor terus terjadi dengan hati-hati karena begitu pentingnya posisi kota yang memiliki akses langsung ke ladang minyak utama Suriah. (ama)