Diberitakan oleh Army Radio Israel pada Rabu (20/1). Tanah yang akan diambil alih sebesar 154 hektar, berada di lokasi subur di Lebah Jordan, dekat dengan Jericho, area di mana Israel sudah memiliki banyak lahan pertanian di tanah milik Palestina.
Pengambilalihan ini menurut Army Radio akan diumumkan segera, namun belum dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Israel mencuri lahan terutama di Lembah Jordan di bawah dalih ingin menganeksasinya," ujar Ashrawi. "Ini seharusnya jadi alasan untuk campur tangan nyata dan efektif dari dunia internasional untuk mengakhiri agresi parah yang membunuh peluang perdamaian."
Laporan radio menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Moshe Yaalon, sudah menandatangani pengambilalihan ini. Dilaporkan pula bahwa detail terkait ini akan diumumkan segera.
Tanah yang sebagian sudah diolah oleh pemukim Yahudi di bawah kontrol sipil dan militer Israel ini, berada di ujung sebelah barat Laut Mati.
Selama bertahun-tahun, dunia internasional mengkritik keras Israel terkait permukiman. Banyak negara melihatnya sebagai tindakan ilegal di bawah hukum internasional dan tantangan besar bagi pembentukan negara Palestina.
Palestina ingin mendirikan negara merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Pembicaraan damai Israel dan Palestina soal solusi dua negara berhenti pada April 2014.
Sejak 1 Oktober, tindak kekerasan meningkat di Palestina dan Israel, dengan berbagai aksi penusukan warga Palestina ke warga dan tentara Israel. Sekitar 148 warga Palestina sudah menjadi korban tewas, dan 25 warga Israel terbunuh. (stu)