Desember lalu, juri Oklahoma City menyatakan bahwa Daniel Holtzclaw, 29, bersalah atas 18 dari 36 tuduhan penyerangan seksual, termasuk pemerkosaan. Keputusan itu ditetapkan oleh Hakim Distrik Timothy Henderson, menyusul berbagai kesaksian para korban yang menyatakan Holtzclaw telah menghancurkan hidup mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Holtzclaw, yang hadir di pengadilan mengenakan setelan pakaian tahanan berwarna oranye, tidak mengucapkan apa pun. Pengacaranya mengungkapkan Holtzclaw akan mengajukan banding setelah vonis dibacakan.
Korban lainnya, Sherry Ellis, menyatakan kepada pengadilan bahwa dia tidak pernah berpikir seorang polisi akan melakukan tindakan semacam itu.
"Dia layak menerima [vonis] itu. Tak ada hari tanpa saya teringat bagaimana saya dilecehkan," kata Ellis.
Sebanyak 13 wanita bersaksi di pengadilan dan menggambarkan pertemuan mereka dengan Holtzclaw hingga polisi itu memaksa korbannya dan melecehkan secara seksual.
Holtzclaw malakukan pelecehan seksual kepada beberapa wanita dalam kurun waktu antara Desember 2013 hingga Juni 2014. Dia menargetkan korbannya yang sebagian besar berasal dari daerah komunitas Afrika-Amerika yang miskin di Oklahoma City.
Holtzclaw dipecat dari kepolisian atas sejumlah tuduhan pada Januari 2015. Pria ini sempat bekerja sebagai polisi selama tiga tahun.
Ketika dinyatakan bersalah oleh hakim, Holtzclaw mulai menangis dan menyatakan kepada dewan juri, "Aku tidak melakukannya," saat dia diborgol keluar dari ruang pengadilan. (ama/stu)