Seperti dilansir CNN, Iran akan menerima sekitar US$55 miliar setelah sanksi dicabut sesuai dengan perjanjian nuklir yang telah disepakati.
"Saya pikir, sebagian dari [uang tersebut] akan berakhir di tangan kelompok teroris asing atau entitas lain, beberapa di antaranya dilabeli teroris," ujar Kerry kepada CNBC seperti dikutip CNN, Kamis (21/1).
Lihat juga:Iran Hapus Kata 'Wine' dalam Buku |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun sanksi sudah mulai dicabut, hubungan Washington dan Teheran kembali tegang akibat program rudal balistik Iran. AS pun memberikan sanksi baru.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan bahwa sanksi tersebut ilegal. Menurut Zarif, AS "kecanduan" sanksi.
Lihat juga:Mufti di Saudi Haramkan Permainan Catur |
Kini, kata Kerry, saatnya Iran dan negara sekitarnya untuk mengurangi ketegangan dan melangkah maju.
Kerry mengatakan bahwa pemerintah Iran juga sekarang terlihat sangat ingin membangun negeri. Kerry menekankan bahwa hal tersebut tidak akan tercapai jika mereka sibuk membiayai terorisme.
"Jika kami mengetahui mereka membiayai terorisme, mereka akan bermasalah dengan Kongres AS dan pihak lain. Kami yakin bahwa itu tidak akan berpengaruh pada rekan lain di kawasan," katanya.