Seperti diberitakan RT, Selasa (26/1), pembicaraan tengah berlangsung antara Iran dan As terkait pembukaan kembali penerbangan langsung kedua negara.
"Masalah ini masih terus diperiksa, dan hasil negosiasi akan diumumkan di waktu yang tepat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Jaber Ansari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan kian terpuruk setelah Iran mengembangkan teknologi nuklir yang diduga Barat untuk membuat senjata, walau pemerintah Teheran membantahnya.
Dibukanya kembali penerbangan langsung Iran-AS akan menjadi kabar baik bagi diaspora Iran di Amerika. Selama ini mereka harus terbang lebih dulu ke Eropa atau Timur Tengah sebelum sampai ke Iran.
Pekan ini, Presiden Rouhani bertandang ke Italia untuk menandatangani kerja sama miliaran dolar dengan negara itu. Menurut sumber di pemerintahan Italia, kerja sama dengan Iran bernilai total US$18,4 miliar di sektor energi hingga produksi kapal.
(stu)