Saat ini, sebagian besar perdagangan AS dengan Kuba tetap dilarang di bawah embargo ekonomi AS. Namun, Presiden Barack Obama menggunakan kewenangan eksekutif untuk memungkinkan perdagangan yang tidak secara khusus dilarang oleh Kongres AS.
Perubahan ini diumumkan pada Selasa (26/1) dalam putaran ketiga pelonggaran sanski kepada Kuba, menekankan keinginan Washington untuk menciptakan peluang bisnis bagi berbagai perusahaan AS di negara komunis itu.
Lihat juga:AS dan Kuba Akan Buka Penerbangan Komersial |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan baru ini juga akan memungkinkan berbagai perusahaan AS terlibat dalam sejumlah pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi rakyat Kuba, seperti pembangunan fasilitas pengolahan air dan penyediaan energi, menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS.
Kuba kini tengah berjuang memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, menyusul sejumlah sanksi AS selama bertahun-tahun dan jatuhnya sekutu terbesar Kuba, Uni Soviet.
Namun, kebijakan umum soal penolakan lisensi akan berlaku untuk aktivitas ekspor yang digunakan oleh entitas milik negara, terutama yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah Kuba dan digunakan oleh militer, polisi, intelijen dan layanan keamanan Kuba.
Peraturan baru ini juga memungkinkan sejumlah perusahaan AS untuk melakukan syuting film dan program televisi di Kuba.
"Saya pikir Kuba akan kebanjiran kru film setelah syuting di sana disetujui," kata Williams. (ama/stu)