Kehadiran pada Rabu (27/1) itu merupakan yang pertama bagi Ardit Ferizi, 20, sejak dia diekstradisi dari Malaysia. Ia ditangkap pada Oktober atas permintaan AS.
Ferizi dipercaya merupakan pemimpin kelompok peretas internet dari Kosovo. Ia juga dituding telah meretas server komputer toko retail AS dan mencuri data pribadi dari 1.351 personel militer AS, menurut dokumen pengadilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwenang AS menyebut kasus Ferizi yang pertama saat ia ditahan tahun lalu. Namun ia merupakan satu dari setidaknya 79 individu yang didakwa oleh AS atas kejahatan yang terkait dengan ISIS dalam dua tahun terakhir.
Seorang penerjemah Albania telah ditunjuk untuk jadwal Ferizi selanjutnya pada Jumat besok.
Ferizi menghadapi ancaman penjara maksimum 35 tahun jika terbukti bersalah.