Seperti diberitakan The Independent, Kamis (28/1), rencananya Rouhani dan Hollande akan makan siang sambil membicarakan bisnis di sebuah restoran terkemuka di Paris.
Namun Iran meminta makanan halal, yang tidak mengandung alkohol. Padahal kuliner Perancis tidak terlepas dari bahan campuran wine atau minuman keras lainnya. Wine juga menjadi minuman pendamping dalam tradisi kuliner Perancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber pemerintahan Perancis kepada radio RTL soal pembatalan makan siang ini mengatakan, "kedua negara melewatkan kesempatan yang baik untuk bertemu di suasana yang santai sambil makan."
Rouhani tiba di Perancis Rabu pekan ini setelah sebelumnya menyambangi Italia. Ini adalah perjalanan pertama Rouhani ke Eropa setelah sanksi terhadap nuklir Iran dicabut tahun lalu.
Sebelumnya di Italia, Rouhani menandatangani perjanjian bisnis senilai US$12 miliar.
Menyambut Rouhani, Italia menutupi patung-patung telanjang di beberapa lokasi di Roma. Namun keputusan pemerintah ini dikecam banyak warga yang menilainya sebagai "bunuh diri kebudayaan".