Video yang di-posting oleh polisi Ramadi di Facebook pada Rabu (27/1) menunjukkan mayat-mayat itu dikeluarkan dari makam yang terlihat dangkal.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Brigadir Jenderal Saad Maan mengonfirmasi laporan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pasukan Irak Klaim Gagalkan Serangan ISIS |
Ramadi berhasil diambil alih lagi pada Desember lalu dengan dukungan serangan udara pimpinan AS. Namun karena kehancuran yang merata dan banyaknya materi ledakan yang ditanam oleh ISIS di rumah-rumah maupun jalanan, warga masih belum kembali.
Beberapa kuburan massal telah ditemukan di wilayah yang direbut kembali dari ISIS, yang memberlakukan aturan ketat dan hukuman keras bagi jutaan warga sipil yang terjebak tinggal di wilayah yang dikuasainya.
PBB mengatakan bahwa ISIS kemungkinan bertanggung jawab atas kejahatan perang, dan bahkan genosida.
Ia mengatakan bahwa belum semua mayat telah diidentifikasi, namun beberapa merupakan anak-anak dan perempuan.
Belum jelas bagaimana mereka dibunuh, namun dari video yang beredar, tangan para korban diborgol. Haimour mengatakan terdapat tanda-tanda luka siksaan dan tembakan di beberapa mayat, namun belum bisa dikonfirmasi.
Ramadi adalah kota terbesar yang direbut dari ISIS sejak kelompok teror itu mengambil alih banyak kora di Irak pada 2016. (stu)