Para pejabat menyatakan bahwa Hadi tengah berada di dalam kediamannya di Maashiq Palace saat serangan terjadi, Kamis (28/1), namun tidak terluka.
Kantor Kepresidenen Yaman, dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita milik pemerintah, Saba, menyatakan bahwa serangan itu juga menyebabkan 11 orang lainnya juga terluka, ketika sebuah mobil mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan di depan istana kepresidenan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat lokal dan saksi sebelumnya melaporkan bahwa tujuh orang tewas dan 10 terluka, dan sebagian besar korban merupakan warga sipil.
Serangan ini merupakan serangan terbaru yang diluncurkan militan ISIS terhadap pemerintahan Yaman.
Dalam pernyataan yang disebarkan secara daring, ISIS mengklaim serangan itu dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri yang diidentifikasi bernama Abu Hanifah al-Hollandi, dan diduga merupakan warga negara Belanda.
Aden merupakan kota dengan sekitar satu juta penduduk. Kota ini kerap dilanda sejumlah serangan, seperti bom dan serangan dengan senjata api yang menargetkan pasukan keamanan dan pegawai negeri sipil, termasuk para hakim.
Wakil Presiden dan Perdana Menteri Yaman, Khaled Bahah, yang juga baru saja kembali ke Aden dan diyakini tinggal di Maashiq Palace, berupaya mengkoordinasikan upaya untuk meningkatkan keamanan di kota.
Lihat juga:Apa yang Harus Diketahui Soal Al-Houthi |
Didukung oleh aliansi serangan udara yang dipimpin Saudi, pasukan Hadi tengah memerangi Houthi yang diduga didukung oleh Iran dan loyalis pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang berbasis di Sanaa. Perang di Yaman diduga telah menewaskan 6.000 orang.
Memanfaatkan situasi ini, militan ISIS juga tengah meningkatkan serangan di Yaman dan menjadi rival terbesar untuk al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP).
Sebelumnya,bunuh diri ISIS menewaskan 15 orang dalam serangan di sebuah hotel perumahan pemerintah di Aden. Sementara, serangan ISIS di sebuah masjid yang dikelola Houthi pada 15 Oktober 2015 menewaskan tujuh orang. (ama)