Anne Frank merupakan salah satu korban Holocaust yang paling terkenal karena menulis aksi kekejaman Nazi. Buku harian Anne Frank menjadi potret penderitaan keluarga Yahudi menghadapi kekejaman pimpinan Jerman saat itu, Adolf Hitler.
Lihat juga:Donald Trump 'Menjelma' Jadi Burger Raksasa |
"Jika Donald Trump menjadi presiden AS berikutnya, itu akan menjadi bencana yang lengkap," katanya kepada Newsweek, Rabu (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Schloss berhasil selamat dari Kamp Auschwitz sementara Frank dan ibunya meninggal di kamp konsentrasi Bergen-Belsen. Schloss, yang kini tinggal di London, juga mendesak pemerintah AS dan Eropa Barat untuk merespon krisis Suriah.
Schloss juga menyamakan pengalaman pengungsi Suriah pada 2016 dengan "apa yang kami lalui" ketika Eropa dikendalikan Nazi.
"Saya ingat bagaimana marahnya dunia ketika Tembok Berlin didirikan pada 1961. Dan sekarang semua orang membangun dinding lagi untuk menjaga agar pengungsi tidak masuk. Ini tidak masuk akal," ujar Scholss.
Pada November 2015, penasihat Jeb Bush, Max Boot mencuit bahwa Trump merupkan seorang yang "fasis," sementara sebuah koran Inggris sempat menampilkan dalam tajuk utamanya pada Desember lalu, "Siapakah Ini: Donald Trump atau Adolf Hitler?"
"Jika Anda menengok kembali sejarah menjelang Perang Dunia Kedua, jenis retorika [Trump] yang memungkinkan Hitler untuk maju," ujar mantan Gubernur New Jersey dan anggota Partai Republik, Christine Todd Whitman, kepada CNN pada 9 Desember 2015, menanggapi seruan Trump untuk melarang umat Muslim memasuki AS. (den)