Laporan penangkapan sembilan warga AS pertama kali dilaporkan oleh koran Saudi Gazette yang mengutip sumber anonim. Empat di antaranya ditangkap Senin pekan lalu, lima lainnya dicokok pada Selasa.
Selain warga AS, ditahan juga 14 warga Saudi, seorang warga Indonesia, tiga Yaman, dua Suriah, Filipina, Uni Emirat Arab, Palestina dan Kazakhstan. Total ada 33 yang ditangkap terkait terorisme. Belum ada konfirmasi dari pemerintah Indonesia terkait penangkapan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs pusat rehabilitasi militer Kementerian Dalam Negeri Saudi mencatat nama empat warga AS yang telah ditahan sejak 25 Januari lalu dan empat lainnya tiga bulan sebelumnya.
Arab Saudi pada tahun 2014 mengumumkan ISIS sebagai organisasi teroris dan menahan ratusan orang pendukung kelompok militan itu. ISIS yang menguasai sebagian Irak dan Suriah telah melakukan serangkaian serangan di Saudi.
Jumat lalu, penyerangan terjadi di sebuah masjid Syiah di distrik al-Ahsa, selatan Saudi, menewaskan empat orang dan melukai 18 lainnya. Ini adalah serangan terbaru oleh ISIS yang telah menewaskan sedikitnya 50 orang di Saudi.
Seorang pelaku berusia 27 tahun juga ditangkap oleh jemaah masjid karena membawa rompi peledak dan granat tangan. Pelaku sempat melepaskan tembakan sebelum berhasil dibekuk. (stu)