Kedua terdakwa dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan Choje Akong Tulku Rinpoche, pemimpin spiritual Tibet yang tinggal di pengasingan di Skotlandia dan menjadi warga negara Inggris. Rinpoche merupakan salah satu pemimpin spiritual Tibet pertama yang mengajarkan agama Buddhisme Tibet kepada para pengikutnya di Barat.
Lihat juga:China: Panchen Lama Pilihan Sukses |
Salah satu terdakwa yang dijatuhi hukuman mati adalah Thubten Kunsal, yang pernah menjadi artis di biara Akong Rinpoche di Inggris antara tahun 2002 dan 2011, menurut pengadilan menengah Chengdu dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita resmi China, Xinhua pada Minggu (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan seputar pembunuhan telah menggarisbawahi ketidakpercayaan banyak warga Tibet terhadap pemerintah China, yang telah memerintah Tibet dengan besi pertama sejak "membebaskan secara damai" Tibet pada 1950.
Para analis menilai bahwa kasus kejahatan di antara mereka yang diasingkan Tibet pasti bermuatan unsur politik. Namun hingga kini tidak ada bukti yang dapat menguatkan dugaan tersebut.
Kunsal dan Paljor mengakui keterlibatan mereka dalam kejahatan tersebut, menurut laporan oleh pengacara mereka. Namun, keduanya menyatakan kematian Rinpoche tidak disengaja.
Lihat juga:Dalai Lama: Saya Mungkin yang Terakhir |
Pengacara untuk ketiga terdakwa tidak bisa dihubungi setelah vonis dibacakan. Namun, pengadilan mengatakan Kunsal dan Paljor akan mengajukan banding. Sementara, terdakwa ketiga belum memutuskan apakah akan mengajukan banding.
Akong Rinpoche merupakan salah satu pemimpin agama Tibet yang berhasil menyeimbangkan kepentingan pemerintah China dan Tibet. Rinpoche dihormati oleh warga Tibet di China atas kedermawanannya dan upayanya mengkampanyekan pendidikan.
Biara Samye Ling yang didirikan oleh Akong Rinpoche di Skotlandia, tidak menyebutkan kasus ini dalam situs resmi biara, dan tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar.