Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juru bicara koalisi serangan udara pimpinan Saudi, mengatakan pada Senin (1/2) bahwa milisi al-Houthi dan pasukan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh telah menembakkan 40 ribu proyektil ke perbatasan Saudi sejak perang dimulai.
“Kini aturan kami adalah: mendekat ke perbatasan, kau akan mati,” ujar Asseri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 6.000 orang, setengahnya merupakan warga sipil, telah menjadi korban tewas sejak serangan udara di Yaman dimulai, menurut data PBB.
Sedang korban sipil yang tewas di Saudi, termasuk warga Saudi dan ekspatriat.
Serangan udara pimpinan Saudi di Yaman ditujukan untuk menumpas Houthi yang didukung oleh Iran, sehingga bisa mengembalikan legitimasi Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Kelompok kemanusiaan, di lain pihak, terus mengktirik Saudi atas kebijakannya memblokade Yaman, sehingga pasokan bantuan kemanusiaan seperti makanan dan obat-obatan tak bisa masuk, padahal sangat dibutuhkan oleh warga sipil. Saudi mengatakan blokade ini bertujuan untuk mencegah Houthi mendapat suplai militer.
Asseri mengatakan bahwa koalisi ini sudah mengizinkan lebih banyak kapal untuk berlabuh di Aden dan pelabuhan Hodeida di Laut Merah yang dikontrol oleh Houthi. Pasukan koalisi menginpeksi kargo-kargo yang masuk secara acak, namun ia percaya sejumlah senjata tetap lolos. (stu)