Cruz, 45, pejabat konservatif dari Texas, di luar dugaan mengungguli Trump dengan 28 persen, sementara Trump sendiri berada di angka 24 persen, menurut laporan Reuters. Rival lainnya, Marco Rubio, senator dari Florida, berada di posisi ketiga dengan mengantongi 23 persen, hanya satu persen di bawah Trump.
"Iowa memberikan pesan bahwa nomine dari Republik dan Presiden Amerika Serikat berikutnya tidak akan diatur oleh media, tidak akan diatur oleh Washington," ujar Cruz melanjutkan, menyindir Trump dan elite partai lain yang meremehkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tradisi Kaukus di Iowa Memulai Pemilu AS |
Trump kemudian memberikan selamat kepada Cruz dan menyatakan optimistis akan memenangkan primer di New Hampshire pada pekan depan.
"Kami akan terus melanjutkan nominasi Republik, dan kami akan dengan mudah mengalahkan Hillary atau Bernie. Kami berada di posisi kedua, dan untuk itu, saya sangat sangat tersanjung," kata Trump, dikutip dari CNN.
Hillary Clinton dan Bernie Sanders bersaing ketat. Hasil kaukus untuk kandidat Partai Demokrat terpaut sangat tipis, Clinton memimpin dengan 49,8 persen suara, sementara Sanders menerima 49,6 persen suara, menurut hasil hitung cepat yang disiarkan oleh CNN.
Setelah kaukus di Iowa, proses pemilihan nomine partai Republik dan Demokrat akan berlanjut di New Hampshire dengan sistem primer pada pekan depan, tepatnya 9 Februari. Primer adalah pemilihan konvensional dengan cara pemungutan suara.
Meski Iowa dan New Hampshire hanya merupakan fraksi kecil dari seluruh pemilih AS, kedua wilayah ini memegang peran penting karena menjadi yang pertama, dan bisa menciptakan momentum serta tren ke depan.
Pemilihan umum presiden AS pada 2016 diwarnai dengan berbagai isu, seperti imigrasi, terorisme, ketidaksetaraan pendapat antara pria dan wanita serta sistem kesehatan. (stu)