China menilai Taiwan, provinsi yang memiliki pemerintahan sendiri, kerap berupaya untuk lepas dari kedaulatan China, sehingga China tak segan menerapkan kekerasan, jika diperlukan, untuk mengendalikan Taiwan. Sejarah mencatat pasukan Nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taiwan pada 1949, sepetal perang sipil China.
Tsai menyatakan akan menjaga perdamaian dengan China dan berjanji mempertahankan "status quo" dengan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zhang menilai bahwa baik China maupun Taiwan harus meningkatkan komunikasi dan manajemen risiko serta berbuat lebih banyak untuk menguntungkan warga di kedua sisi selat.
Dewan Urusan Taiwan untuk Daratan, dalam sebuah pernyataan, menyebut bahwa Hsia mengatakan kepada Zhang perkembangan hubungan damai merupakan "faktor umum" bagi semua pihak di Taiwan.
Delapan tahun terakhir, hubungan China dan Taiwan dinilai tenang setelah Ma Ying-jeou terpilih sebagai presiden pada tahun 2008. Ma menandatangani serangkaian kesepakatan ekonomi utama dengan Beijing dan mengadakan pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping pada November lalu di Singapura, negara yang bersikap netral kepada keduanya.
Taiwan merupakan salah satu isu politik China yang paling sensitif, dan menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan Partai Komunis, melebihi isu sengketa wilayah dengan sejumlah negara di Laut China Selatan. (ama)