Mike McChesney, CEO perusahaan produsen emas kecil, Vantage Goldfields menyatakan kepada Reuters bahwa sebelumnya 115 pekerja dilaporkan terjebak di tambang Lily yang runtuh pada Kamis (4/2), tetapi hampir 80 orang di antaranya berhasil diselamatkan pada Jumat (5/2). Para korban yang masih terjebak tengah berupaya untuk diselamatkan.
Situs pertambangan Afrika Selatan dikenal sebagai salah satu tambang yang paling dalam dan berbahaya di dunia. Namun, jumlah korban jiwa dalam industri ini semakin menurun karena praktik keselamatan telah meningkat dan terjadinya pengurangan tenaga kerja karena penurunan produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Asosiasi penambang dan Konstruksi Union (AMCU), Manzini Zungu, menyatakan sekitar 115 anggota serikat terperangkap di bawah tanah setelah penggalian di tambang yang dikenal juga sebagai Makonjwaan.
"Pada saat ini, tidak jelas apa yang menyebabkan bencana ini," katanya.
Sekitar 76 pekerja tambang berhasil dibawa ke permukaan sejauh ini, dan sebanyak 42 orang lainnya masih belum ditemukan, menurut laporan juru bicara polisi, Selvy Mohlala.
Tahun lalu, sebanyak 77 pekerja tewas dalam kecelakaan tambang. Ini merupakan jumlah terendah dalam catatan pertambangan Afrika Selatan. (ama)