Diberitakan Reuters, Minggu (7/2), bangunan apartemen setinggi 17 lantai itu ambruk dan sudah mengubur para penghuninya selama lebih dari 24 jam. Tim penyelamat yang terdiri dari pemadam, polisi, tentara dan relawan menyisir bangunan itu menggunakan alat berat dan tangan kosong, di tengah suhu yang mulai turun.
Keluarga korban berdiri di sekitar bangunan, mengenakan jaket tebal dan topi wol serta syal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gempa 6,4 SR Guncang Taiwan, Dua Orang Tewas |
Hanya 30 orang dari penghuni apartemen itu yang berhasil keluar dengan selamat saat gempa mengguncang sekitar pukul 4 pagi. Tercatat akibat gempa sedikitnya 18 orang tewas, termasuk 15 di antaranya ditemukan di bangunan apartemen tersebut.
Lantai dasar apartemen itu tertindih struktur di atasnya. Walikota Tainan William Lai mengatakan butuh beberapa jam untuk menyingkirkan puing demi mencapai para korban. "Kami memfokuskan penyelamatan terhadap 29 orang yang lokasinya paling dekat dengan tim penyelamat," kata Lai.
Lebih dari 60 orang di kota itu dilarikan ke rumah sakit.
Retno mengatakan tim Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) masih terus mencari informasi di lapangan.
Bagi masyarakat yang ingin mendapat informasi akurat dan terkini bisa menghubungi nomor hotline yang telah disediakan pihak Kemenlu. “Nomornya +886 978 938 872,” kata dia. (den)