Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat, James Clapper, mengatakan bahwa Korut memenuhi janjinya pada tahun 2013 untuk kembali mengaktifkan kompleks nuklir Yongbyon, termasuk fasilitas pengaya uranium dan moderator grafit untuk memproduksi plutonium, setelah dimatikan pada 2007.
Pernyataan Korut itu disampaikan usai pengujian senjata nuklir ketiga. Bulan lalu, Korut memicu kecaman karena melakukan uji bom nuklir keempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
September tahun lalu Korut mengatakan Yongbyon telah beroperasi dan digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas senjata yang bisa digunakan terhadap Amerika Serikat kapan saja.
Dia mengatakan Korut telah meningkatkan ukuran dan teknologi rudal balistik mereka dan "berkomitmen mengembangkan rudal nuklir jarak jauh yang menjadi ancaman langsung bagi Amerika Serikat."
Clapper mengatakan Pyongyang telah beberapa kali memperlihatkan ke publik rudal balistik antarbenua atau ICBM mereka. AS menilai Korut telah melakukan tahap awal penggunaan ICBM itu, namun belum diujikan kemampuan terbangnya. (den)