Hal ini disampaikan oleh Direktur FBI, James Comey, dalam pemaparannya kepada Senat AS, seperti dikutip The Telegraph, Selasa (9/2).
Pernyataan Comey ini merupakan keluhan banyak petugas keamanan di seluruh dunia soal canggihnya teknologi enkripsi ponsel belakangan ini. Hal ini dianggap menghambat penyelidikan kasus kriminal.
Lihat juga:ISIS Diduga Akan Serang AS Tahun Ini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FBI tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Sebelumnya pemerintah Inggris juga mengeluhkan semakin sulitnya mengakses perangkat teknologi para pelaku kejahatan.
ISIS sendiri mendorong para pengikutnya untuk mengunci telepon seluler mereka dengan sebuah perangkat lunak.
Inggris memiliki Undang-undang Kekuatan Penyelidikan yang mewajibkan perusahaan teknologi dan penyedia layanan telekomunikasi untuk memberikan data komunikasi seorang pengguna jika diminta.
Inggris juga telah mendesak perusahaan-perusahaan itu menciptakan jalan belakang agar aparat mampu membobol ponsel seseorang.