Diberitakan Reuters, peristiwa ini terjadi pada Selasa (9/2) di sebelah utara kota Dikwa, sekitar 85 kilometer di luar ibukota negara bagian Borno yang merupakan pusat pemberontakan Boko Haram. Berita pengeboman terlambat sampai ke pemerintah pusat karena sambungan telepon mati usai pengeboman.
Kedua pelaku memasuki kamp itu dan meledakkan diri di tengah warga. Badan Manajemen Bencana, Satomi Ahmad, menambahkan bahwa ada 78 orang yang terluka dalam pengeboman tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak kehilangan wilayahnya dari tentara pemerintah tahun lalu, Boko Haram kini lebih banyak menyerang dengan bom bunuh diri di tempat ibadah atau pasar.
Boko Haram jarang mengincar kamp pengungsi, dan ini adalah kali pertama serangan besar terjadi di Borno. (den)