Menurut laporan The Independent pada Kamis (11/2), hal tersebut tercantum dalam sebuah dokumen yang menjelaskan bagaimana para uskup berurusan dengan tuduhan pelecehan anak. Dokumen itu menunjukkan bahwa hanya korban atau keluarga korban yang harus membuat keputusan untuk melaporkan pelecehan anak ke pihak kepolisian.
Dokumen ini menekankan bahwa tugas uskup hanyalah mengatasi tuduhan pelecehan anak secara internal. Meski demikian, para uskup diminta untuk menyadari hukum setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen yang berisi pedoman untuk para uskup itu ditulis oleh uskup kontroversial dan psikoterapis, Tony Anatrella, yang menjabat sebagai konsultan untuk Dewan Kepausan untuk Keluarga.
The Guardian pada Rabu (10/2) melaporkan bahwa meskipun panduan itu mengakui "gereja telah sangat terpengaruh oleh kejahatan seksual yang dilakukan terhadap anak-anak," ia menekankan statistik menunjukkan sebagian besar serangan seksual terhadap anak-anak dilakukan di lingkungan keluarga dan oleh teman-teman serta tetangga.
Allen mencatat bahwa Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur, sebuah komisi khusus yang dibentuk oleh Paus Fransikus, dinilai tidak berperan dalam program pelatihan. Komisi ini seharusnya mengembangkan panduan untuk mencegah dan menangani kasus pelecehan anak yang dilakukan oleh pemuka agama.
Sebelumnya, Paus Fransiskus menyerukan gereja untuk tidak memberikan toleransi kepada kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur atau orang dewasa yang rentan yang dilakukan oleh pendeta. Paus menyatakan "segala sesuatu harus dilakukan untuk menyingkirkan momok pelecehan seksual dari gereja."
SNAP, kelompok advokasi untuk korban pelecehan seksual yang berbasis di AS meluncurkan kritik terhadap Paus Fransiskus atas masalah ini. SNAP menyatakan bahwa berita yang diuraikan dalam artikel Allen membuktikan bahwa substansial gereja tidak berubah.
"Ini menyebalkan dan berbahaya, bahwa begitu banyak yang percaya mitos bahwa uskup telah mengubah cara mereka menghadapi kasus pelecehan, dan bahwa begitu sedikit perhatian [publik] padahal begitu banyak bukti bermunculan, seperti yang diungkapkan Allen ini," bunyi pernyataan kelompok tersebut. (ama/den)