Korut menyebut Kaesong, taman industri yang dijalankan oleh Korsel sebagai simbol kerja sama selama lebih dari satu dekade, sebagai zona kontrol militer, menurut kantor berita resmi Korut, KCNA.
"Tindakan kelompok boneka untuk benar-benar menangguhkan operasi di (Kaesong) dan mempersalahkan uji coba bom H [hidrogen] DPRK dan peluncuran satelit tak terampuni," kata Komite Korea Utara untuk Reunifikasi Damai Korea. 'Kelompok boneka' yang dimaksud merujuk ke Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pengumuman Korut, Korsel menyatakan bahwa prioritas utama negara itu adalah memastikan semua warganya kembali ke Korsel dengan aman.
Penutupan kompleks industri Kaesong membuat seluruh aktivitas 124 perusahaan Korea Selatan yang mempekerjakan sekitar 55 ribu warga Korea Utara otomatis terhenti. Penutupan Kaesong juga menandakan berakhirnya satu-satunya kerja sama antara Korut dan Korsel setelah Perang Korea periode 1950-1953.
Para pekerja dari Korut juga dapat berinteraksi langsung setiap hari dengan para atasan mereka dari Korsel. Para pakar menilai interaksi semacam ini penting dalam mempromosikan pemahaman antar-Korea.
Meski demikian, terdapat kekhawatiran bahwa Pyongyang mungkin menggunakan dana dari Kaesong untuk membantu mendanai program nuklir dan rudalnya.
Kecuali soal pekerjaan di Kaesong, kedua negara melarang warga mereka untuk berkomunikasi satu sama lain di seluruh wilayah perbatasan kedua negara, Zona Demiliterisasi (DMZ) yang disebut-sebut sebagai salah satu perbatasan yang paling menegangkan di dunia.
Namun, Pyongyang mengambil tindakan pencegahan dengan memilih sendiri para pekerja di Kaesong untuk memastikan para pekerja itu berinteraksi seminimal mungkin dengan manajer mereka yang berasal dari Korea Selatan.
Meskipun hubungan Korut dan Korsel kerap kali memburuk, tetapi sebelumnya Kaesong hanya pernah ditutup satu kali selama lima bulan pada 2013, ketika Korea Utara menarik para pekerja di tengah ketegangan yang meningkat setelah uji coba nuklirnya yang ketiga. Sejak itu, nasib Kaesong sering diperkirakan rentan penutupan. (ama/stu)