Gugatan tersebut mengutip investigasi Reuters yang melaporkan bahwa menantu Putin, Kirill Shamalov yang merupakan pemegang saham utama di perusahaan produsen petrokimia Sibur, menerima uang US$1,75 miliar dari Dana Kekayaan Nasional Rusia dengan tingkat bunga yang sangat rendah tahun lalu.
Dalam gugatannya, Navalny meminta pengadilan untuk mengadili Putin yang dinilai melanggar hukum dengan tidak bertindak untuk mencegah adanya konflik kepentingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kirill Shamalov merupakan pasangan dari putri Putin. Putin memberikan uang kepada sebuah perusahaan di mana sang penerimanya merupakan pasangan putrinya, yang [menjadikan] ini konflik kepentingan klasik," tulis Navalny dalam gugatannya yang dipublikasikan di blog-nya.
Lihat juga:Rusia Tuding Jet Tempur AS Mengebom Aleppo |
Juru bicara Sibur menyatakan pada Desember bahwa pinjaman negara disetujui sesuai prosedur hukum yang ketat. Sementara, Rusia Direct Investment Fund, yang memutuskan untuk memberikan pinjaman, menyatakan telah sepenuhnya mematuhi prosedur untuk menginvestasi uang negara dalam berbagai proyek infra-struktur.
Investigasi yang dilakukan Reuters tahun lalu menemukan bahwa Shamalov menikah dengan putri bungsu Putin, Katerina Tikhonova, pada awal 2013, tak lama sebelum mengakuisisi saham mayoritas di Sibur. (ama/den)