“Sekarang (Assad) telah mencari bantuan Rusia, yang akan gagal menyelamatkannya,” kata Al-Jubeir seperti dikutip Arab News, Ahad (14/2).
Al-Jubeir secara tegas meminta Moskow mengakhiri operasi udara melawan oposisi di Suriah. Rusia, sekutu paling dekat Assad disamping Iran, mulai melancarkan serangan udara pada September, mentargetkan terutama pemberontak yang didukung barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suara pengkritik mengatakan perjanjian ini bakal berjalan pincang lantaran tidak memasukkan “kelompok teroris” seperti ISIS dan Jabah Al-Nusra-kelompok yang berafiliasi pada Al-Qaidah, yang membuat Rusia terus melancarkan serangan udara kepada para jihadis.
Perjanjian ini disepakati diikuti serangan besar-besaran oleh serdadu Suriah yang didukung Rusia dan pasukan Iran di Aleppo, wilayah yang dikuasai pemberontak.