Berbicara kepada wartawan di pesawat menuju Ukraina, Davutoglu mengatakan jika Turki tidak menyerang wilayah di utara Suriah itu, kota Azaz dan Tal Rifaat akan jatuh ke tangan milisi YPG.
"Elemen YPG dipaksa menjauh dari seluruh Azaz. Jika mereka mendekat lagi, mereka akan melihat reaksi yang lebih keras. Kami tidak akan membiarkan Azaz jatuh," kata Davutoglu.
Lihat juga:Turki Bantah Kirim Pasukan ke Suriah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki mengkhawatirkan ekspansi kekuatan Kurdi di Suriah sejak perang sipil negara itu merebak pada 2011 silam. YPG menguasai hampir semua perbatasan utara Suriah dengan Turki, dan telah menjadi sekutu dekat Amerika Serikat dalam operasi memerangi ISIS di Suriah.
Lihat juga:Turki Gempur Milisi Kurdi di Suriah Utara |
Davutoglu sebelumnya menuntut pangkalan udara Menagh dievakuasi dan mengatakan ia telah berbicara dengan Wakil Presiden AS, Joe Biden, untuk menekankan bahwa PYD (Kurdi Suriah) adalah perpanjangan dari PKK dan ancaman langsung terhadap Turki.
Militer Suriah yang didukung oleh serangan udara Rusia, juga memerangi pemberontak Suriah di daerah yang sama dan mencoba menutup perbatasan dengan Turki dan merebut kembali Kota Aleppo dari pemberontak.
Pemberontak Suriah mengatakan YPG berjuang bersama militer Suriah dan sekutunya melawan mereka. Namun YPG membantah tuduhan ini. (ama)