"Saya pikir tidak mungkin China ingin dilihat oleh masyarakat internasional sebagai pelindung Korea Utara mengingat perilaku keterlaluan [Korut] baru-baru ini," ujar Rice dalam konferensi pers pada Senin (16/2).
Pekan lalu, Senat Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara menyusul peluncuran roket pada Minggu (7/2) yang hanya berselang beberapa pekan dari uji coba bom hidrogen Korea Utara yang mengejutkan publik dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanksi dijatuhkan kepada semua orang yang terlibat dalam peluncuran roket, memfasilitasi atau berkontribusi terhadap senjata pemusnah masal Korut, pemasok bahan-bahan senjata, barang mewah, pelaku pelanggaran HAM, mengganggu keamanan siber dan mendukung tindakan tersebut.
Keputusan Senat ini tinggal mendapatkan persetujuan dari Presiden Barack Obama untuk dijadikan undang-undang.
Sebelumnya Direktur Intelijen Nasional AS James Clapper mengatakan bahwa Korut telah mengaktifkan kembali fasilitas reaktor pemroduksi plutonium, memberikan negara itu kemampuan lebih baik dalam membuat nuklir. (ama)