“Empat korban ditahan sebelumnya pada Rabu dalam penggerebekan oleh jihadis ISIS,” ujar Raafat Zarari, juru bicara pusat media Nineveh kepada media pro-Kurdi, ARA News, pekan lalu.
Pengadilan Syariah ISIS mengeluarkan hukuman untuk mengeksekusi keempat perempan itu di depan publik, namun tak memberi rincian para pelaku pria dengan siapa para perempuan itu berbuat zina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang aktivis media, Abdullah al-Malla, mengatakan bahwa pengadilan ISIS memang menghindari menyebut para pria yang terlibat dalam peristiwa zina yang dimaksud, karena pelakunya adalah para militan ISIS sendiri.
Mosul berada di bawah kontrol ISIS sejak direbut dari pemerintah Irak pada Juni 2014. Beberapa hari kemudian, ISIS mendeklarasikan khilafah di Irak dan Suriah.
Pasukan peshmerga Kurdi saat ini berada beberapa kilometer di utara Mosul, namun mereka tak akan memiliki kapasitas merebut kota sebesar Mosul tanpa bantuan dari militer Irak dan internasional. (stu)