Seperti dilansir Washington Post, regulasi ini diumumkan setelah pemerintah Texas meresmikan pedoman baru pada Rabu (17/2).
Hukum tersebut memungkinkan seseorang yang memiliki surat izin untuk membawa senjata ke sejumlah gedung universitas di seluruh Texas.
Lihat juga:Mudahnya Membeli Senjata Api di Amerika |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Universitas Texas, Greg Fenves, mengaku terpaksa memberlakukan aturan baru ini untuk menaati hukum baru dari pemerintah.
Lihat juga:Senjata Api Membunuh Amerika Serikat |
"Sebagai seorang profesor, saya mengerti kekhawatiran mendalam yang diangkat oleh banyak pihak. Kehadiran senjata di institusi pendidikan tinggi bertolak belakang dengan misi edukasi dan penelitian kami yang berdasarkan pada penyelidikan, kebebasan berpendapat, dan debat....Namun, sebagai seorang presiden, saya memiliki kewajiban untuk mematuhi hukum," tulis Fenves.
Ia pun memberlakukan izin membawa senjata ini dengan aturan ketat, seperti senjata harus selalu berada di genggaman pemilik. Jika pemilik tak mau membawa, senjatanya harus disimpan di mobil yang terkunci.
Semua senjata yang dibawa harus ditaruh di sarung pistol untuk menutupi pelatuk dan tidak boleh terlihat secara langsung. Senjata tersebut juga tidak boleh diisi peluru sebelumnya.
"Karena hukum baru ini belum diketahui efeknya bagi Universitas Texas di Austin, kami akan memantau implementasi dan dampaknya bagi mahasiswa, anggota fakultas, dan staf," kata Fenves kepada McRaven.
Sementara itu, kata Fenves, para presiden dari institusi besar lain, seperti Universitas Baylor, Universitas Metodis Selatan, dan Universitas Rice, hingga kini masih berupaya untuk melarang senjata di lingkungan kampus mereka.
(stu)