Dalam pidato yang disiarkan secara langsung di televisi Turki, Dovutoglu mengatakan bahwa pengeboman itu menunjukkan Kurdi Suriah YPG adalah organisasi teroris. Turki, karenanya, berharap kerja sama dari sekutunya demi melawan kelompok itu.
Selama konflik Suriah, Washington telah mendukung YPG untuk melawan ISIS, dan tidak mengkategorikan kelompok itu sebagai organisasi teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki, bersama Amerika Serikat dan Uni Eropa melabeli PKK sebagai organisasi teroris, dan Turki melihat PKK berhubungan erat dengan YPG.
Ledakan terjadi di dekat markas besar militer, gedung pemerintahan dan parlemen di Ankara. (Reuters/Mustafa Kirazli/Cihan News Agency) |
Pemimpin partai Kurdi Suriah, PYD, sementara itu membantah tudingan pemerintah Turki.
“Kami sepenuhnya menyangkal hal itu,” ujar Saleh Muslim, salah satu pemimpin YPD, kepada Reuters lewat telepon. “Saya bisa meyakinkan Anda bahwa bahkan tidak ada satu peluru pun yang ditembakkan oleh YPG ke Turki. Mereka tidak menganggap Turki sebagai musuh.”
Namun Turki tak menghiraukan sanggahan ini.
Bom lain meledak
Sebuah bom diledakkan dengan pengendali jarak jauh menewaskan tujuh pasukan keamanan Turki yang sedang berada di atas kendaraan militer di wilayah tenggara negara itu pada Kamis (18/2).
Ledakan di kendaraan militer ketika sedang berjalan di jalan tol yang berhubungan dengan Diyarbakir, kota terbesar di wilayah tenggara yang didiami mayoritas orang Kurdi.
Insiden ini terjadi menyusul pengeboman di Ankara yang menewaskan 28 orang pada Rabu malam.
Ledakan pada Kamis (18/2) menyasar konvoi kendaraan militer di wilayah tenggara Turki. (Reuters/Cihan News Agency) |
Ledakan terjadi di dekat markas besar militer, gedung pemerintahan dan parlemen di Ankara. (Reuters/Mustafa Kirazli/Cihan News Agency)
Ledakan pada Kamis (18/2) menyasar konvoi kendaraan militer di wilayah tenggara Turki. (Reuters/Cihan News Agency)