Dilaporkan CNN pada Kamis (19/2), Obama menyetujui rancangan undang-undang sanksi terhadap Korut setelah Kongres juga menyetujui langkah ini pada awal Februari.
Bahkan dua senator AS yang tengah mengikuti perebutan kandidat calon presiden AS dari Partai Republik, Ted Cruz dari Texas dan Marco Rubio dari Florida pekan ini menyempatkan kembali ke Washington untuk memberikan dukungan mereka terhadap sanksi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Dewan Keamanan PBB, sanksi multilateral terhadap Korut hingga saat ini masih terhambat lantaran terjadi silang pendapat antara China dan negara-negara lain. China, yang merupakan negara sekutu utama Korut menyatakan khawatir sanksi baru yang lebih keras dapat melemahkan ekonomi Korut.
Senat Amerika Serikat sebelumnya menjatuhkan sanksi baru terhadap Korut, yang dicapai melalui pemungutan suara. Tidak ada satu pun penolakan dari anggota Senat dalam voting yang menghasilkan suara 96-0, Rabu (11/2).
Sanksi dijatuhkan kepada semua orang yang terlibat dalam peluncuran roket, memfasilitasi atau berkontribusi terhadap senjata pemusnah masal Korut, pemasok bahan-bahan senjata, barang mewah, pelaku pelanggaran HAM, mengganggu keamanan siber dan mendukung tindakan tersebut.
Penasehat keamanan nasional untuk Gedung Putih, Susan Rice berharap China akan mendukung sanksi internasional baru terhadap Korea Utara menyusul peluncuran roket Korut pada awal bulan ini yang dianggap ancaman besar bagi keamanan dan perdamaian dunia.
Sebelumnya Direktur Intelijen Nasional AS James Clapper mengatakan bahwa Korut telah mengaktifkan kembali fasilitas reaktor pemroduksi plutonium, memberikan negara itu kemampuan lebih baik dalam membuat nuklir. (ama)