“Kami mengekpresikan penyesalan mendalam terkait…serangan pribadi [Korea] Utara yang menargetkan kepala negara kami dengan bahasa yang rendah dan vulgar,” ujar kementerian unifikasi Korsel dalam sebuah pernyataan pada Minggu (21/2).
“[Korea] Utara harus…segera menghentikan serangan vulgar semacam itu,” lanjut kementerian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pelacur tua gila yang bernama Park Geun-hye ingin menumpuk penderitaan lebih lanjut rakyat kami, yang sudah menderita dari tragedi pembagian,” bunyi kalimat dalam artikel Rodong Sinmun.
Korut awal bulan ini meluncurkan satelit ke orbit, namun Korsel, Jepang dan Amerika Serikat melihat itu sebagai uji conba rudal jarak balistik yang dilarang di bawah resolusi PBB.
Peluncuran satelit itu dikecam luas, terutama setelah Korut juga dikritik usai melakukan uji coba nuklir pada Januari. Akibatnya, Park memutuskan menghentikan operasi pabrik di zona industri kerja sama kedua negara di Kaesong.
Salah satu artikel Rodong juga menyebut Park sebagai orang “paling bodoh dari orang bodoh” karena penutupan Kaesong secara tiba-tiba akan mengguncang finansial Korsel.
“Manusia cacat, tak bermoral ini…tak pernah menunjukkan niat baik apa pun atas manusia lain begitu juga kepada rakyatnya,” tulis Rodong.
Korut memang sudah biasa menyerang Park secara personal karena Park mengambil sikap keras terhadap Korut.
Park sebelumnya pernah disebut sebagai "pelacur" yang bersemangat untuk menyenangkan Presiden AS Barack Obama, sekutu Korsel. (stu)