Data tersebut berasal dari laporan Badan Kepolisan Uni Eropa, Europol, yang diterbitkan pada Senin (22/2), seperti yang dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Europol dan pihak berwajib di sejumlah negara di Eropa telah mengidentifikasi lebih dari 12.000 kelompok penyelundup manusia sejak 2015.
Kelompok yang anggotanya sebagian besar warga negara Bulgaria, Mesir, Hungaria, Irak dan Kosovo ini juga kerap melakukan pemalsuan identitas dan penyuapan.
Kelompok ini beroperasi di beberapa kota yang dekat dengan rute Balkan yang menghubungkan Timur Tengah dan Eropa, mulai dari Istanbul, Izmir, Athena, Budapest dan Berlin, Calais, Zeebrugge dan Frankfurt.
Meski demikian, Europol belum mengidentifikasi mengenai keikutsertaan kelompok teroris dalam industri penyelundupan manusia ini.
"Sejauh ini baru ada 0,01 persen keberadaan kelompok teroris yang diketahui," ujar Wainwright.
Sebanyak satu juga imigran mendatangi Eropa sampai tahun lalu. Kebanyakan dari mereka berusaha menyelamatkan diri dari perang dan kemiskinan berkepanjangan di Timur Tengah.
Badan Penanggulangan Penyelundupan Migran Eropa, yang berbasis di kantor Europol di Hague, menyatakan akan turun tangan dalam menyingkap industri penyelundupan manusia yang tidak berperikemanusiaan ini.
(ard)