Wanita muda dari daerah pinggiran Sydney ini diadili atas tuduhan kepemilikan benda yang berhubungan dengan tindakan terorisme dan mengumpulkan dokumen terkait aksi teroris.
Burn juga mengatakan bahwa tuduhan ini akan dikaitkan dengan kasus sebelumnya yang melibatkan seorang pria berusia 18 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang teridentifikasi bernama Sameh Bayda tersebut diadili di Sydney atas tiga tuduhan mengumpulkan dokumen seperti untuk memfasilitasi aksi teroris, termasuk panduan membawa senjata tajam dan membuat bom.
Burn mengatakan bahwa hingga kini proses penyelidikan masih terus berlangsung. "Jika ada orang lain yang terlibat, kami juga akan mengadilinya," kata Burn.
Seorang bocah Inggris berusia 15 tahun dijatuhi hukuman seumur hidup lantaran merencanakan serangan dalam upacara perayaan berakhirnya Perang Dunia I di Australia. Perencanaan itu ia lakukan melalui jaringan internet dari dalam kamarnya di selatan Inggris.
Setelah motif anak tersebut terkuak, kepolisian Australia melakukan operasi penyelidikan besar-besaran di Melbourne. Mereka akhirnya menahan lima remaja yang merencanakan serangan terinspirasi ISIS di Melbourne. (stu)